Headlines News :

Pelanggaran Lebih Muatan

Written By senkom tangerang on Selasa, 16 April 2013 | 21.44

Pelanggaran Lebih Muatan Bukan Hanya Membahayakan Bagi Dirinya Tapi Juga Membuat Bagi Pengendara Lain Tidak Nyaman

Kendaraan dengan bobot berlebihan ketika melintas di jalanan memang sangat membahayakan, bagi si pengendara juga pengguna jalan lainnya.

Tapi pemandangan seperti itu kerap terlihat dijalan umum diwilayah hukum Polda Metro Jaya. pelanggaran melebihan batas muatan tersebut sepertinya sudah terbiasa meskipun sama sama kita tahu bila terjadi kecelakaan bukan hanya sipelanggar saja yang rugi akan tapi juga dapat merugikan pengendara lainya.

Kami menghimbau mulai dari sepeda kayuh, sepeda motor, motor roda tiga, mobil, truk hingga kendaraan lainya, sadarlah bahwa perbuatan melebihi muatan disamping melanggar undang-undang juga membuat pengendara lainya tidak nyaman.

Rampok di Cikupa Ditembak Mati

Petugas Polsek Cikupa Kabupaten Tangerang mengandaskan perlawanan perampok yang hendak melawan ketika akan ditangkap.

Dua orang perampok dari empat pelaku, yang  berinisial ER, 28, dan AR, 28, ditembak mati. Sementara dua tersangka lainnya FE,27, dan HZM ,25, tak berkutik dan berhasil dibekuk ketika melihat kedua temannya yang melawan ditembak.

Kapolsek Cikupa Kompol Bresman Daniel Simanjuntak mengatakan, penyergapan berawal dari kecurigaan petugas terhadap satu mobil Xenia hitam dengan nopol B-1917-NF yang terparkir di depan toko LG di Jalan Raya Serang Kilometer 16,5 sekitar pukul 04.00 WIB, Rabu (10/4).

“Setelah diamati, ternyata penumpangnya sedang melakukan aksi pembobolan took. Selanjutnya kami melakukan penyergapan. Namun,  para pelaku yang sudah ada dalam mobil langsung melarikan diri diikuti rekannya yang lain,” ujar kapolsek, Rabu (10/4).

Bahkan, keempat tersangka sempat melawan petugas,  dengan cara menabrak anggota Buser bernama Aiptu Ngadiyu yang mengendarai motor. Sehingga dia mengalami luka lecet pada lengan dan kaki, serta motornya ringsek akibat tabrakan itu.

“Karena situsi terdesak, anggota berusaha menangkap pelaku dengan melepaskan tembakan peringatan. Namun,  pelaku tidak menyerah. Terpaksa kami memberikan tembakan tegas terhadap tersangka ER  dan AR. Akhirnya, tersangka ER tewas di tempat, sementara AR kondisinya kritis dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit,” tegas Kapolsek.

Menurut Kapolsek, empat tersangka merupakan kelompok Lampung yang memang  sudah sering melakukan aksinya di wilayah Kabupaten Tangerang.
 
Mereka kerap beraksi malam hari saat melihat kondisi pertokoan sedang sepi. Modus yang digunakan adalah masuk merusak pintu gembok toko. "Dalam aksinya pelaku menggunakan sajam untuk mengancam korban," tukasnya.

Dari tangan pelaku, barang bukti yang berhasil diamankan petugas yakni satu unit mobil Xenia Hitam dengan nomor polisi palsu B-1917-NF yang sebenarnya nomor polisi aslinya B-1718-IN. Bahkan ditemukan juga, enam buah linggis, serta  satu golok, empat  kunci letter L, dua gembok, lima LCD LG dan satu DVD merek LG yang sudah berhasil mereka curi


sumber: http://www.tangerangnews.Acom

Senkom Gelar Diklatnas Kamtibmas dan Telematika

Written By senkom tangerang on Jumat, 12 April 2013 | 23.06

http://3.bp.blogspot.com/-Fv1QUivH-Ns/UWTDiaWZmgI/AAAAAAAAAjY/wo80HbEAvL0/s1600/UPACARA+Pembukaan+diklat+nasional+kamtibmas+telematika.jpg
Bertempat di Lapangan Yayasan Minhajurrosyidin Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (9/4/2013) Sentra Komunikasi Mitra Polri (SENKOM), melaksanakan upacara Pembukaan DIKLAT KAMTIBMAS DAN TELEMATIKA ANGKATAN IV TAHUN 2013, dihadiri sejumlah pejabat dari Kementerian, Kepolisian dan TNI, serta tokoh berbagai organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan.

Peserta diklat sebanyak 1500 peserta berasal dari perwakilan seluruh Indonesia, akan mengikuti kegiatan selama tiga hari kedepan, 9-11 April 2013. Seluruh kegiatan dipusatkan di lokasi Komplek Yayasan Minhajurrosyidin dengan menempati 2 (dua) aula.
Disamping mengikuti kegiatan diklat yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan personil anggota SENKOM, juga dilakukan Rakornas dengan Mabes Polri untuk kembali mengevaluasi berbagai peran serta SENKOM dalam kegiatan Kamtibmas serta sosialisasi program tahun 2013 dan memperkenalkan kepengurusan nasional, serta propinsi.
Ketua Umum Senkom Mitra Polri, H.M Sirot, SH, SIP mengatakan, tujuan diadakan diklat ini selain untuk meningkatkan kemampuan personil SENKOM juga untuk mengokohkan kembali semangat serta komitmen dalam peran serta sebagai warga negara memperkokoh persatuan dan kesatuan.

"Seperti diketahui dewasa ini semakin banyak dan semakin tinggi ancaman terhadap persatuan dan kesatuan ditengah masyarakat, yang ini jelas akan melemahkan sendi-sendi kita dalam berbangsa dan bernegara,” terang Sirot.
Untuk itu, kemampuan personil masyarakat yang tergabung dalam KUATCAD (kekuatan cadangan) harus ditingkatkan sehingga benar-benar menjadi RATIH (Rakyat Terlatih, red) yang siap berperan dalam menjaga ketertiban dalam hidup bermasyarakat.
Apalagi ancaman itu juga makin canggih, tak hanya fisik, melainkan juga ideologi yang mengancam landasan kita dalam berbangsa dan bernegara, Demikian halnya kejahatan siber, dengan kemampuan di bidang telematika personil senkom juga dapat membantu pemerintah dalam melacak dan melakukan intercept terhadap pelaku cybercrime.
"Pelatihan ini juga menjadi semacam ujian bagi personil SENKOM mengenai komitmen kami dalam peran aktif terhadap negara. Mereka datang dari seluruh Indonesia membiayai dirinya sendiri, " jelas Sirot.
Dalam rekrutmen, seorang calon anggota SENKOM harus memiliki penghasilan tetap baik dengan bekerja atau memiliki usaha sendiri. Dari sinilah kemandirian itu terbentuk karena anggota bisa membiayai dirinya sendiri dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan di tingkat nasional maupun di daerah masing-masing.
Disamping kemandirian, seleksi masuk SENKOM juga tergolong ketat, karena seorang calon anggota harus menjalani tes kecakapan hingga dinyatakan lulus. Namun yang biasanya dianggap sulit justru komitmen moral ketika seorang calon anggota harus dapat membuktikan dirinya "bersih" dari Moh Limo atau tidak melakukan lima hal.
"Moh Limo ini falsafah yang dikenalkan oleh Sunan Ampel, salah satu Walisongo, memang tidak ada dalam AD/ART namun harus lolos dalam fit and proper test calon anggota. Moh Limo ini mencakup "5 tidak": Tidak Madat atau narkoba (termasuk tidak merokok); Tidak Madon (main perempuan), Tidak Minum Miras, Tidak Main (judi), Tidak Maling (kriminil). Sebab itulah pola rekrutmen pun selain dilakukan dengan sistem rekomendasi," ungkap Ketum Senkom menjelaskan

sumber :  http://mediaprofesi.com

WakaPolri: Anggota Senkom Harus Berwawasan Global


Wakil Kepala Kepolisian RI (Waka Polri) Komjen Pol Nanan Sukarna meminta agar para anggota Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polisi untuk memiliki wawasan global, berpikir nasional dan bertindak secara lokal.
Waka Polri Nanan Sukarna mengtakan hal itu dalam upacara penutupan Diklatnas Kamtibmas dan Telematika Angkatan IV yang diikuti 1.500 peserta dari seluruh Indonesia yang berlangsung 9-11 April 2013 di Komplek Yayasan Minhajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta.
Menurut Nanan, dengan memiliki wawasan global para anggota Senkom tidak menjadi ketinggalan zaman, dengan berpikir nasional maka anggota Senkom mempunyai rasa kebangsaan yang kuat, dan dengan bertindak lokal akan bisa ikut memajukan bangsa dalam proses pembangunan.
“Anggota Senkom harus merupakan pribadi yang jujur, tepercaya, disiplin, bertanggung jawab, berpandangan luas dan melindungi masyarakat,” katanya.
Ketua Umum Senkom Mitra Polisi H.M. Sirot, SH, SIP mengatakan tujuan diadakan diklat itu selain untuk meningkatkan kemampuan personil Senkom juga untuk mengokohkan kembali semangat serta komitmen dalam peran serta sebagai warga Negara guna memperkokoh persatuan dan kesatuan.
“Sebagaimana kita ketahui, dewasa ini semakin banyak dan semakin tinggi ancaman terhadap persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat,” katanya.


Penutupan Diklat Senkom Mitra Polisi 2013
Penutupan Diklat Senkom Mitra Polisi 2013
Menurut Sirot, hal itu jelas akan melemahkan sendi-sendi kita dalam berbangsa dan bernegara.
Untuk itu, katanya, kemampuan personel masyarakat yang tergabung dalam kekuatan cadangan (kuatcad) harus ditingkatkan sehingga benar-benar menjadi rakyat terlatih (Ratih), yang siap berperan dalam menjaga ketertiban dalam hidup bermasyarakat.
“Apalagi ancaman itu juga semakin canggih, tak hanya fisik melainkan juga ideology yang mengancam landasan kita dalam berbangsa dan bernegara,” katanya.
Demikian halnya dengan kejahatan siber, kata Sirot, dengan kemampuan di bidang telematika personel Senkom juga dapat membantu pemerintah dalam melacak dan melakukan intercept terhadap pelaku cybercrime.
“Pelatihan ini juga menjadi semacam ujian bagi personel Senkom mengenai komitmen kami dalam peran aktif terhadap Negara,” katanya.
Menurut Sirot, mereka dating dari seluruh Indonesia membiayai dirinya sendiri sehingga diklat itu bisa berlangsung.
“Hal ini jarang terjadi di mana sebuah organisasi kemasyarakatan yang mempunyai kemandirian seperti Senkom ini,”

Senkom Mitra Polri Dukung Upaya Pemberantasan Preman

Ketua Umum Sentra Komunikasi Mitra Kepolisian RI atau Senkom Mitra Polri HM Sirot mendukung pemberantasan premanisme asal tidak melanggar hak asasi manusia (HAM).

"Kalau soal premanisme, kami dukung. Premanisme harus diberantas karena banyak merugikan masyarakat. Tinggal bagaimana pemberantasannya agar tidak melanggar hukum, itu saja," kata Sirot dalam jumpa pers usai pembukaan Diklat Nasional Kamtibmas dan Telematika di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, organisasi yang turut membantu Polri dalam deteksi dini kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat-red) itu setuju jika ada cara-cara yang lebih "elegan" untuk memberantas premanisme.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan jajaran kepolisian untuk menyingkirkan premanisme, sehingga memberikan rasa aman pada masyarakat. Presiden SBY menginginkan agar jalan-jalan dan tempat-tempat umum harus bersih dari semua bentuk premanisme yang mengancam harta benda dan nyawa.

Sementara itu, Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Timur Pradopo menegaskan tidak akan ada toleransi bagi preman jika melakukan pelanggaran hukum. Kepada masyarakat yang mengetahui kerjasama yang dilakukan oknum Polri yang dengan preman diminta untuk melaporkan ke pihaknya.

"Premanisme harus diberantas dan diproses secara hukum. Tidak akan ada toleransi bagi preman,"

Diklat Kamtibmas dan Telematika Senkom Mitra Polri

Written By senkom tangerang on Kamis, 11 April 2013 | 18.54


 Diklat Kamtibmas dan Telematika Senkom Mitra Polri bersama Mabes Polri diikuti
1500 peserta dibuka secara resmi oleh Kabaharkam Polri Komisaris
Jenderal Polisi Drs. Oegroseno, SH (9/3/13) mewakili Wakapolri.


Pembukaan
ditandai dengan pelepasan balon udara pada saat upacara pembukaan di
lapangan gedung Minhajur Rosyidin Lubang Buaya Jakarta Timur.


Hadir dalam pembukaan Pejabat Mabes Polri, Mabes TNI, Ketua KNPI, BNPB, Kemenpora dan undangan lainnya.



Dalam sambutan Kabaharkam, saat ini Polri sedang melaksanakan proses
reformasi untuk menjadi kepolisian yang profesional, maka Polri harus
menyesuaikan diri dengan perkembangan kehidupan masyarakat dengan cara
merubah paradigma dari yang reaktif dan konvensional menjadi proaktif
dan modern dengan mengedepankan kemitraan dalam rangka pemecahan
masalah-masalah sosial.

Polri sadar bahwa untuk menciptakan
situasi dan kondisi yang aman dan tenteram dalam masyarakat Polri tidak
dapat bekerja sendiri akan tetapi Polri harus bermitra dengan
masyarakat.

Dalam hal ini masyarakat tidak hanya sebagai obyek
dalam ketertiban masyakarat akan tetapi sejajar/setara dengan Polri
untuk bersama-sama memecahkan masalah sosial yang ada di masyarakat. 





Peran
serta masyarakat sebagai state holder dalam memelihara keamanan dan
ketertiban masyarakat harus kembali diberdayakan dan ditingkatkan
sehingga masing-masing anggota masyarakat  dapat berperan aktif untuk
menjaga keluarga dan lingkungannya dari gangguan kamtibmas.

Oleh
karena itu diharapkan setiap anggota Senkom yang ada di seluruh
Indonesia dapat melaksanakan peran dan fungsinya bersama dengan
masyarakat untuk membantu dan mensosialisasikan tugas dan kegiatan
pemolisian dalam mewujudkan atau terciptanya situasi yang kondusif dan
siskamtibmas secara swakarsa.

Keterbatasan sumber daya Polri yang
merupakan salah satu hambatan internal Polri dalam pembinaan kamtibmas
akan terbantu dengan adanya partisipasi masyarakat terutama dari Senkom
sebagai mitra polri dalam pembinaan kamtibmas, lanjutnya.

Rapat
koordinasi Pengurus Pusat Senkom Mitra Polri dengan Mabes Polri
dilakukan setelah upacara pembukaan yang dihadiri pula oleh ketua Senkom
Provinsi se Indonesia untuk melaporkan semua kegiatan Senkom yang telah
dilakukan.

Pada diklat ini  Mabes TNI juga memberikan materi
tentang peranan Negara dalam mengamankan setiap jengkal wilayah NKRI
yang disampaikan pada peserta kamtibmas.



Materi
pembuatan Blog, Eqso, Direction Finder, Cara buat RPU, mengukur
jangkauan pancaran radio diberikan pada 500 peserta diklat telematika

PEMBERITAHUAN KTA MITRA POLRI

Written By senkom tangerang on Selasa, 02 April 2013 | 08.13

Sehubungan dengan adanya penawaran pembuatan
KTA Propam dan KTA Mitra Polri dari pihak2 terntu

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Propam-Mabes-polri.jpg 
 Diinformasikan bahwa penawaran tersebut tidak dibenarkan,
Div Propam Polri tidak pernah mengadakan kerjasama
dengan pihak manapun untuk menawarkan pembuatan
KTA Propam dan KTa Mitra Polri untuk masyarakat,
bahwa KTA Propam hanya dikeluarkan oleh
Bag Renmin Div Propam Polri
yang diperuntukan bagi anggota Polri
yang masih Berdinas Aktif di Satker Div Propam Polri

Apabila ada yang mengetahui tentang
adanya penawaran tersebut agar diabaikan
dan segera menghubungi Div Propam Polri

melalui No Telp (021-7218615) /
Website Div Propam Polri
(www.propam.polri.go.id) /
twitter Div Propam Polri (@propampolri) atau
Facebook Div Propam Polri(propam.polri)

LOGIN


 Lupa Password
 

Arsip Blog

HIMBAUAN

FB SENKOM

ARTIKEL BERITA

BERITA UNGGULAN

FB.SENKOM TANGERANG

 
Web ini di kelola oleh Senkom Kabupaten Tangerang
Copyright © 2013. SENKOM MITRA POLRI TANGERANG - All Rights Reserved
Created and Published by giyanto jaya multimedia